Atikel | Amal Mulasara Buwana – Pohon trembesi (Samanea saman) adalah pohon peneduh yang sangat populer karena memiliki tajuk yang lebar dan rimbun. Trembesi dikenal juga sebagai pohon “ki hujan” karena daunnya menutup saat hujan dan malam hari, serta mampu menurunkan suhu di sekitarnya.
Pohon ini tumbuh cepat, dapat mencapai tinggi lebih dari 20 meter, dan akar tunggangnya kuat sehingga cocok untuk konservasi tanah dan peneduh di area luas seperti taman, jalan, dan lapangan. Trembesi juga sangat efektif menyerap karbon dioksida, sehingga berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim.
Kayu trembesi cukup kuat dan sering dimanfaatkan untuk bahan meubel atau kerajinan. Selain itu, daunnya bisa digunakan sebagai pakan ternak, dan bunganya menarik banyak serangga penyerbuk.
Trembesi sangat adaptif, tahan kekeringan, dan bisa tumbuh di berbagai jenis tanah, sehingga mudah dibudidayakan di berbagai daerah di Indonesia.
Berikut adalah langkah-langkah menyemai bibit pohon trembesi secara detail:
- Pilih benih trembesi yang sudah tua dan sehat, biasanya diambil dari buah yang sudah matang dan berwarna cokelat kehitaman.
- Rendam benih dalam air panas (sekitar 80°C) selama 10-15 menit, lalu diamkan dalam air suhu ruang selama 24 jam untuk mempercepat perkecambahan karena kulit benih trembesi cukup keras.
- Siapkan media semai berupa campuran tanah, pasir, dan kompos (2:1:1) yang sudah steril dan lembap.
- Tanam benih sedalam 1-2 cm di media semai, lalu tutup tipis dan siram dengan air secukupnya agar tetap lembap, namun tidak tergenang.
- Letakkan media semai di tempat teduh, dan jaga kelembapan hingga benih berkecambah; biasanya dalam waktu 1-2 minggu akan mulai tumbuh tunas.
Setelah benih trembesi berkecambah dan mulai tumbuh daun sejati, anda dapat melanjutkan ke tahap berikut:
- Pindahkan bibit ke polybag berisi media tanam yang sama (tanah, pasir, kompos) saat tinggi bibit sekitar 5–10 cm dan akar belum terlalu panjang.
- Letakkan polybag di tempat yang mendapat sinar matahari tidak langsung, agar bibit tidak stres dan tumbuh optimal.
- Lakukan penyiraman rutin setiap pagi atau sore, dan pastikan media tetap lembap namun tidak becek.
- Lakukan penyiangan gulma di sekitar polybag dan pantau kesehatan bibit, pisahkan jika ada bibit yang sakit.
- Setelah bibit berumur 3–6 bulan dan cukup kuat, bibit siap dipindahkan ke lahan tanam permanen.
Nah, kini bibt sudah siap tanam di lapangan atau perawatan lanjutan, silakan tanyakan kembali!
Berikut panduan penanaman bibit trembesi di lapangan:
- Pilih lokasi tanam yang cukup terbuka dan mendapat sinar matahari penuh, karena trembesi membutuhkan cahaya untuk tumbuh optimal.
- Buat lubang tanam berukuran minimal 40x40x40 cm, lalu isi dasar lubang dengan pupuk kompos atau pupuk kandang untuk menambah nutrisi.
- Keluarkan bibit dari polybag dengan hati-hati agar akar tidak rusak, lalu tempatkan bibit di tengah lubang dan timbun kembali dengan tanah gembur.
- Padatkan tanah di sekitar batang bibit secara perlahan dan buat cekungan di sekelilingnya agar air siraman tidak langsung mengalir.
- Siram bibit segera setelah penanaman dan lakukan penyiraman rutin, terutama pada musim kemarau, hingga bibit benar-benar tumbuh kuat.
Ayo, hijaukan lingkunngan sekitar anda..!